Kolombo, (Analisa). Sri Lanka sedang mencari alternatif untuk minyak mentah Iran dalam menghadapi sanksi pimpinan Amerika Serikat yang bertujuan memacu Teheran menghentikan program nuklirnya, menteri perminyakan mengatakan di Kolombo, Rabu (22/2).
Menteri Perminyakan Sri Lanka, Susil Premajayantha mengatakan, negaranya mengimpor 92 persen kebutuhan minyak mentah dari Iran, namun sekarang mencari alternatif penggantinya.
"Kami telah mulai mencari alternatif sumber minyak mentah dan kemungkinan meningkatkan impor minyak mentah Arab Saudi," kata Premajayantha kepada parlemen.
Ia mengatakan, kilang Sri Lanka yang dibangun dengan teknologi Italia pada 1968, bisa menangani minyak mentah light Iran atau Saudi dan pembicaraan sedang berlangsung untuk mendapatkan mimyak Saudi lebih banyak, serta meningkatkan impor produk minyak olahan dari tempat lain.
India telah mengatakan akan terus mengimpor minyak dari Iran, bergabung dengan China menolak untuk tunduk pada tekanan AS untuk tidak melakukan bisnis dengan republik Islam.
Barat ketakutan bahwa Iran berusaha membangun bom nuklir.
Teheran menegaskan program nuklirnya adalah hanya untuk penggunaan sipil dan menolak untuk meninggalkan kegiatan pengayaan uranium, meningkatkan programnya segera setelah sanksi ekonomi Barat terakhir terhadap sektor keuangan dan minyak yang sangat penting. (Ant/AFP)