22
Mei
 
A A A
Ekonomi Internasional - Kamis, 23 Feb 2012 00:15 WIB
Alasan Pengamat Ekonomi :
Washington, (Analisa). Komite Pasar Terbuka yang menetapkan suku bunga Badan Cadangan Federal/Fed (Bank Sentral) AS baru-baru ini melakukan gebrakan baru dalam kampanye transparansi ketuanya Ben Bernanke dengan mengemukakan prediksi yang biasa dilakukannya untuk tiga tahun ke depan. Ini merupakan inovasi besar bagi Fed yang tidak pernah memprediksikan data ekonomi yang langsung dikontrolnya.
Idenya ialah pertama-tama mengikat ekspektasi pasar bahwa suku bunga jangka pendek akan tetap pada levelnya yang rendah sepanjang sejarah, yang dengan sendirinya akan mendorong investor dan perusahaan bergerak lebih agresif dalam jangka panjang, dan aset agak berisiko akan menghasilkan jauh lebih tinggi dari harapan -- yang oleh Fed diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun Fed juga menetapkan sendiri target inflasi formal jangka panjang 2%.

Inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) yang sekarang tercatat 2,9%, sementara inflasi inti kecuali harga energi dan pangan 2,3%, dan itu di atas target 2% yang dimaksudkan untuk mengamankan pasar yang diharapkan Fed dengan berkelanjutannya suku bunga rendah tidak akan mengurangi komitmen terhadap stabilitas harga.

Menurut analis Benn Steil, jika Fed sudah menangani dengan cukup baik terkait prospek ekonomi beberapa tahun ke depan, maka janjinya untuk memperpanjang periode suku bunga rendah dan target inflasi 2% akan membuat kecil risiko kebutuhannya untuk merubah arah dan menggegerkan pasar. Namun sampai dimanakah kinerja Fed selama ini dalam memprediksikan ekonomi?

Fed mengevaluasi sendiri kinerja porkas stafnya selama 1986 hingga 2006, dengan porkas PDB tahun depan 1,34%, dibandingkan 1,29% yang disebutkan Fed sebagai grup besar pembuat porkas swasta, yang berarti bahwa kinerja prediksi Fed jauh lebih buruk dari pengamat pasar di luar Fed. Untuk porkas CPI tahun depan, sisi errornya 1,03 untuk staf Fed, dan hanya 0,93 untuk pengamat swasta. Kesimpulan Fed? Dengan istilahnya sendiri bank sentral itu mengatakan bahwa "error porkas historisnya cukup besar dari sisi ekonomi," kata Steil.

Bagaimana pula dengan prediksi jangka panjang Fed? Fed mulai menerbitkan porkas tiga tahun Dewan Gubernur dan Bank Cadangan dalam Oktober 2007. Waktu itu porkas pertumbuhan PDB grup 17 (dewan gubernur dimaksud) berkisar 2,2% hingga 2,7%, sementara pertumbuhan PDB 2010 tercatat 3%, di luar rentang target Fed.

Pakar prediksi Fed mengatakan bahwa tingkat pengangguran tahun 2010 akan berkisar antara 4,6% dan 5%. Kenyataannya, rata-rata sekitar dua kali lipat, atau 9,6%. Mereka kemudian memprediksikan inflasi Belanja Konsumsi Pribadi (PCE, yang sama dengan CPI) dan inflasi PCE inti akan berkisar antara 1,5% dan 2%. Yang sebelumnya ternyata 1,3% dan yang belakangan hanya 1%, lagi-lagi di luar prediksi Fed.

Singkatnya, kapasitas Fed yang bisa dibicarakannya dengan otoritas tentang masa depan, jelas bercacat. Selama dua dekade hingga 2006, pakar-pakarnya jauh lebih buruk dari pihak luar dalam memprediksikan data ekonomi satu tahun. Sejak bermulanya krisis dalam 2007, prediksi tiga tahunnya samasekali tidak berharga.

Dengan semua kenyataan itu, terdapat pemikiran bahwa apa yang disebut Bernanke transparansi hanyalah usaha yang gagal untuk menghadapi suara-suara tidak setuju kalau komite terlalu dekat dengan pandangannya (Bernanke). Saya menduga hasil dari usahanya itu akan sangat berbeda, karena justeru akan meningkatkan rasa tidak percaya di dalam pasar seputar target dan ekspektasi resmi Fed, kata Steil. (Rtr/sy.a)
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Senin, 21 Mei 2012 00:12 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris