22
Mei
 
A A A
Ekonomi - Kamis, 23 Feb 2012 00:16 WIB
Jakarta, (Analisa). Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut menandatangani piagam kesepakatan bersama untuk kerja sama pendistribusian uang ke daerah perbatasan dan terpencil.
BI dalam hal ini memiliki uang untuk disebarkan ke seluruh daerah di Indonesia, sementara TNI AL mempunyai sumber daya kapal untuk menjaga wilayah NKRI.

"Sehingga ke dua pihak dapat bekerja sama untuk mendorong pembangunan nasional khususnya di daerah terdepan Indonesia," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas pada acara penandatanganan kerja sama tersebut di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (22/2).

Dalam acara itu, Ronald Waas dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Soerparno menandatangani piagam kesepakatan bersama. (PKB) tentang pemanfaatan sumber daya kedua pihak di bidang pendistribusian uang dan sosial itu berlaku selama lima tahun.

"Suksesnya pembangunan negara ditandai dengan meratanya pembangunan, caranya adalah kerja sama sinergis komponen bangsa contohnya seperti yang dilakukan saat ini," kata KSAL Laksamana TNI Soeparno.

Menurut Ronald, bentuk kerja sama yang akan dilakukan meliputi tiga hal yakni layanan kas keliling, sosialisasi keaslian uang rupiah dan penelitian terkait upaya nyata untuk meningkatkan eksistensi rupiah serta peningkatan ekonomi masyarakat perbatasan.

Ronald mengakui bahwa selama ini BI kesulitan untuk melakukan layanan kas keliling di wilayah kepulauan karena ketebatasan transportasi dan pertimbangan keamanan.

"Memang masyarakat di daerah-daerah terdepan menggunakan mata uang rupiah kurang dari 50 persen, mereka lebih banyak menggunakan mata uang asing seperti ringgit Malaysia dan peso Pilipina karena mereka banyak bekerja di luar negeri," ungkap Ronald.

Ujicoba Distribusi ke Perbatasan RI-Filipina

Sebelumnya, BI dan TNI AL telah mengadakan dua uji coba pendistribusian rupiah ke perbatasan RI-Filipina pada 24-30 Juni 2011 dengan rute Bitung-Marore-Miangas-Melonguane-Lirung dan perbatasan RI-Malaysia dan Vietnam pada 18-24 Juli 2011 dengan rute P.Jemaja-Tarempa-P.Laut dan P.Sekatung-P.Ranai dan P.Subi Besar.

"Selain dua daerah itu, nanti kami juga akan mendatangi perbatasan Papua-Papua Nugini dan perbatasan Timor Leste maupun daerah terpencil seperti di pantai barat Sumatera yang memang lebih mudah dijangkau menggunakan kapal TNI AL," kata Ronald.

Ia menargetkan perjalanan akan dilangsungkan minimal dua kali dalam satu tahun dengan membawa uang rupiah senilai Rp7 miliar dalam sekali perjalanan.

"Jumlah perjalanan setiap tahun akan disesuaikan dengan kebutuhan, tapi minimal dua kali dalam setahun dan dimungkinkan untuk bertambah," ungkap Ronald.

Uang Rp7 miliar itu selain digunakan untuk pendistribusian uang tunai juga untuk mengganti uang rupiah yang lusuh dan sudah tidak berlaku.

"Di perbatasan jumlah rupiah yang lusuh dan bahkan uang yang sudah ditarik dari peredaran besar, mereka bahkan tidak tahu uang itu sudah tidak berlaku lagi," jelasnya.

KSAL menambahkan bahwa target daerah yang akan dikunjungi bisa juga ke daerah yang sulit transportasi darat seperti di Pulau Nias.

Selain penandatanganan PKB, dilangsungkan pula penandatanganan perjanjian kerja sama tentang pendistribusian dan pengamanan uang publik ke daerah terpencil dan sinergi program sosial di pulau-pulau terluar.

Penandatanganan itu dilakukan oleh Direktur Pengedaran Uang Bank Indonesia Mohammad Dakhlan dan Direktur Perencanaan Strategis dan Humas BI Dyah N.K. Makhijani dengan Asisten Kasal bidang Operasi Laksamana Muda TNI Hari Bowo, masing-masing perjanjian berlaku satu tahun. (Ant)
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Kamis, 10 Mei 2012 14:40 WIB
Senin, 07 Mei 2012 16:38 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris