
(Associated Press/Thanassis Stavrakis) Seorang penjalan kaki melintasi sebuah rumah gadai di Athena, Selasa.
Rakyat Yunani kini dengan gelisah “mencerna” berita di media bahwa negaranya akan terhindar dari “default” (gagal bayar) utang yang menggunung bulan depan. Lagi negaranya akan tetap berada dalam zona euro yang menggunakan mata uang euro untuk setidak-tidaknya sementara waktu.
Papan dagang berbunyi “Harga” (tulisan horizonal di sebelah kiri) dan “Pegadaian” (tulisan vertikal sebelah kanan).
Athena, (Analisa). Penukaran utang atau "debt swap" antara Yunani dan kreditor sektor swasta akan diselenggarakan pada 12 Maret, sebuah sumber di kementerian keuangan Yunani mengatakan Selasa (21/2), setelah kesepakatan dana talangan zona euro dicapai di Brussel.
"Pertukaran utang akan berlangsung pada tanggal 12 Maret," kata sumber itu tak lama setelah Menteri Keuangan Evangelos Venizelos menegaskan pemerintah akan mempersiapkan penawaran untuk kreditor swasta.
Menurut ketentuan perjanjian Brussel, Yunani akan mendapatkan 130 miliae euro bantuan langsung, membantu mencegah gagal bayar utang bulan depan, dengan imbalan langkah penghematan sulit baru dan pengawasan ketat Uni Eropa-IMF atas ekonominya.
Juga disepakati adalah pegurangan (write down) utang yang dipengan kreditor swasta senilai 107 miliar euro, membantu mengurangi gunung utang negara sebesar 350 miliar euro (462 miliar dolar AS) ke tingkat yang lebih mudah dikelola.
Bankir, perusahaan asuransi dan hedge fund yang memegang obligasi pemerintah Yunani akan mendapatkan proposal yang tepat dalam beberapa hari mendatang tentang "debt swap", memutuskan apakah akan mengalami kerugian 53,5 persen kepemilikan mereka.
Setelah perundingan berbulan-bulan, tampaknya mungkin bahwa sebagian besar kreditor swasta akan menerima kesepakatan itu, mengingatnya bahwa mereka tidak mendapatkan apa pun jika Yunani gagal bayar.
Pada 20 Maret Athena harus dapat memenuhi pembayaran utang sekitar 14,5 miliar euro.
Menurut sumber kementerian keuangan, jika Yunani mendapat setidaknya 66 persen dari kreditor swasta untuk menandatangani kesepakatan itu, pihaknya berencana untuk memberlakukan Collective Action Clause (CAC-Klausal Aksi Kolektif) yang akan memaksa setiap pemegang obligasi untuk menerimanya juga.
"Pemerintah akan melihat pada 9 Maret, jika 66 persen yang diperlukan untuk memberlakukan CAC terpenuhi," kata sumber itu.
Pada pencetusan ide itu bahwa pertukaran utang kreditor swasta harus dinilai menjadi "sukarela" secara keseluruhan, karena itu akan menjadi dua pertiga jika ditandatangani.
Jika tidak dapat digolongkan sebagai sukarela, maka mereka kreditor swasta yang menentang bisa meminta Credit Default Swaps mereka, sejenis instrumen keuangan yang diambil untuk menjamin kerugian pada investasi. (Ant/AFP)