Stabat, (Analisa). Tim buru sergap unit VC/Judisila Reskrim Polres Langkat dipimpin Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Aldi Subartono SH SIK meringkus dua tersangka bandar dan sub bandar judi togel antarkabupaten dari Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Perdamaian Kecamatan Stabat persisnya di salah rumah makan, Selasa (21/2) pukul 20.30 WIB.
Selain mengamankan tersangka WRH Saragih (42) bandar, warga Dolok Masihul dan SM Tamba (25) sub bandar, penduduk Pasar V Sido Mulyo Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, petugas juga menyita barang bukti 4 HP, tas kecil, pulpen dan uang Rp 45.074.000 serta dua pucuk senjata air jenis air soft gun.
Kapolres Langkat AKBP L Eric Bhismo A, SIK, SH didampingi Wakapolres Langkat Drs Safwan Khayat M.Hum, Kasat Intelkam AKP Asril, Kasat Binmas AKP Z Lubis, Kasubag Humas AKP Jauhari Aruan, Pjs Kasat Narkoba Iptu Komando Tarigan, Kanit VC/Judisila Polres Langkat Iptu Juriadi, SH, saat paparan dengan wartawan di halaman Mapolres Langkat, Rabu (22/2) mengatakan keberhasilan itu bukti dari keseriusan Polres Langkat dalam memerangi kasus judi dan narkoba di wilayah Kabupaten Langkat.
"Sesuai dengan intruksi dan arahan Kapolri dan Kapoldasu, Polres Langkat menjadikan permasalahan judi, narkoba, TNGL dan perselisihan HGU sebagai prioritas. Jadi, ini, bukti kami tidak main- main,"tegasnya seusai melaksanakan acara pisah sambut Wakapolres Langkat dari Kompol RK Aritonang kepada Kompol Drs Safwan Khayat, SH, M.Hum.
Diakuinya, selama ini tersangka bandar judi togel antar kabupaten yang beroperasi di Kabupaten Langkat dan Sergei telah lama diburu, namun akhirnya tertangkap juga. Mereka ini ditangkap di RM Bebek Presto Jalan Jendral Sudirman, Stabat.
Disinggung berapa omzet pelaku dalam satu hari dan untuk apa kegunaan senjata soft gun dibawa kedua tersangka, Kapolres mengakui, omzetnya mencapai Rp 10 juta hingga Rp 20 juta tiap hari. Sedang soft gun mereka gunakan diduga untuk melindungi diri jika mereka hendak ditangkap.
Tersangka, WRHS bandar judi togel kepada wartawan mengakui, omzet yang diperoleh selama ini Rp 20 juta per hari. Sedang pistol, menurut pengakuannya, hanya untuk menjaga keamanan saja. (hpg)