Stabat, (Analisa). Sejumlah kelompok peternak di Langkat meminta pihak perusaahaan perkebunan, untuk tidak memusnahkan berbagai jenis rumput dan gulma di areal perkebunan dengan insektisida.
Penggunaan insektisida yang berlebihan mengakibatkan musnahnya seluruh rumput dan gulma yang selama ini dijadikan sebagai bahan pakan ternak.
"Kami menilai, penggunaan insektisida yang dilakukan sejumlah perusahaan perkebunan di Langkat terlalu berlebihan, mengakibatkan musnahnya sejumlah rumput dan gulma," ujar Sahnan salah seorang anggota kelompok peternak di Langkat, Rabu (22/2).
Padahal, lanjut Sahnan para peternak sangat membutuhkan rerumputan dan gulma yang selama ini tumbuh di areal perkebunan sebagai bahan pakan ternak.
Akibat tindakan pemusnahan rerumputan dengan menggunakan insektisida oleh pihak perusahaan perkebunan, kini para peternak di Langkat menguatirkan semakin menipisnya cadangan pakan ternak di Langkat.
Para peternak sangat berharap managemen perkebunan dapat merubah kebijakan mereka dengan tidak memusnahkan seluruh rerumputan maupun gulma yang ada di areal perkebunan bila tidak merusak tanaman karet maupun kelapa sawit milik perusahaan..
Tindakan pemusnahan rerumputan dan gulma yang dilakuan pihak perkebunan, juga dinilai masyarakat merupakan tindakan yang menunjukan kurang pedulinya pihak perusahaan dengan sosial ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar perkebunan.
"Pihak perkebunan seharusnya peduli dengan masyarakat yang tingla di sekitar perkebunan,"ujar Sahnan.
Sahnan mengakui, dengan pemusnahan rerumputan yang dilakukan pihak perkebunan, para peternak yang tinggal di sekitar wilayah perkebunan terpaksa menjual sejumlah ternak mereka akibat semakin menipisnya cadangan pakan untuk ternak.
Pemusnahan rerumputan dan gulma yang dilakukan pihak perusahaan perkebunan patut disesalkan para peternak. Sebab, tindakan itu selain merusak lingkungan hidup di sekitar perkebunan, juga sangat berdampak pada sisi ekonomi masyarakat para peternak serta program swasembada daging pemerintah Kabupaten Langkat.
Bila lambat laun cadangan pakan semakin menipis, dikhawatirkan populasi ternak di Langkat juga semakin menurun.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Peternakan Langkat, saat ini populasi ternak di Langkat terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah kebutuhan daging di daerah ini. Pada tahun 2009, populasi ternak sapi dan kerbau berjumlah 126.293 ekor dengan kebutuhan daging mencapai 636 ton per tahunya.
Sementar di tahun 2010 populasi ternak meningkat menjadi 128.923 ekor dan kebutuhan daging juga meningkat menjadi 700 ton dan di tahun 2011 populasi ternak mencapai 130.923 ekor dengan kebutuhan daging mencapai 800 ton.(als)