22
Mei
 
A A A
Kota - Kamis, 23 Feb 2012 01:08 WIB
Hendak Bobol ATM, Anggota Sindikat Perampok Asia Tenggara Diringkus
(Analisa/amru lubis) Kapolsekta Medan Barat Kompol Nasrun Pasaribu didampingi Kanit Reskrim AKP Anthoni Simamora tengah menginterogasi tersangka di ruang penyidik, Rabu (22/2).
Medan, (Analisa). Tim Reskrim Polsekta Medan Barat meringkus anggota sindikat perampok kerap beraksi di beberapa negara di Asia Tenggara saat hendak membobol anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Negara Indonesia (BNI) di depan swalayan Macan Yaohan Medan, Selasa (27/2) sekitar pukul 13.00WIB.
Tersangka berinisialMR alias Syafril (41) warga Jalan Taman Raya Tahap IV Blok NQ Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota yang belakangan bergabung dengan sindikat pembobol nasabah bank selanjutnya diboyong ke Mapolsekta Medan Barat guna menjalani pemeriksaan.

Dari tersangka polisi menyita stiker ATM BNI Call Center, sejumlah kartu ATM dan handpone Nokia tipe X2 warna hitam sebagai barang bukti.

Kapolsekta Medan Barat Kompol Nasrun Pasaribu didampingi Kanit Reskrim AKP Anthoni Simamora mengutarakan pria asal Bandung merupakan anggota sindikat perampok Asia Tenggara merupakan residivis kasus perampokan yang malang melintang beraksi di Kuala Lumpur Malaysia dan Singapura mulai tahun 1989-2010.

Selanjutnya setelah bolak balik Malaysia-Singapura , 2011 akhirnya tersangka menetap di Batam.

Kelas Kakap

Di Indonesia sendiri, tersangka bergabung dengan sindikat perampok kelas kakap dan tahun 2007 beraksi bersama kelompoknya merampok Kantor Imigrasi Riau.

Tersangka juga bolak balik tertangkap dan ditembak kakinya serta mengalami patah tangan ketika ditangkap polisi kedua negara tersebut.

Guna memenuhi kebutuhan hidupnya, tersangka membobol ATM sejumlah bank di antaranya BRI, BCA, terakhir BNI.

Tersangka juga mengaku baru dua malam berada di Medan dan menginap di Hotel Pardede Belawan.

Di mana waktu itu, korban inisial RLS (21) penduduk Jalan Pertempuran hendak mengambil uang tunai di ATM BNI depan swalayan tersebut.

Namun setelah selesai transaksi tiba-tiba kartu ATMnya nyangkut tidak bisa keluar karena terganjal korek api yang masukkan tersangka.

Selain memasukkan anak korek api, tersangka juga menempelkan stiker palsu berisi call center BNI dengan nomor handpone temannya.

Karena panik siswa Akademi Maritim Martadinata tersebut lalu menghubungi ke nomor call center BNI tersebut namun setelah lima kali dihubungi ke nomor itu tidak ada yang angkat.

Panik

Melihat korbannya mulai panik, muncul tersangka berlagak pahlawan lalu langsung menghubungi ke nomor call center tersebut ternyata teleponnya diangkat operator BNI gadungan.

Operator gadungan itu meminta korban memberitahukan nomor PIN nya setelah itu tersangka menyuruh korban mendatangi kantor BNI terdekat.

Mulanya korban tanpa curiga pergi menuju kantor BNI, namun di pertengahan jalan muncul kecurigaan. Selanjutnya korban kembali menemui scurity Macan Yaohan yang langsung menghubungi Reskrim Medan Barat.

Ketika dibekuk, tersangka tengah menggunakan kartu ATM korban yang berhasil dikeluarkannya pakai penjepit, untuk menarik tunai uang korban di ATM CIMB Niaga yang bersebelahand engan ATM BNI.

Tanpa melakukan perlawanan berarti tersangka berikut barang bukti lalu diboyong ke Mapolsekta Medan Barat.

Kepada polisi tersangka mengaku sudah beraksi di beberapa ATM bank dan menguras tabungan korban menggunakan ATM.

"Sampai saat ini kami masih memeriksa tersangka guna menangkap operator gadungan dan rekan tersangka lainnya. Ketika kami telusuri, operator gadungan tersebut berada di Padang Sumatera Barat," tukas Kapolsek sembarai menyatakan pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini.(aru)
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Kamis, 26 Apr 2012 06:47 WIB
Jual Hasil Curian di Facebook
Senin, 02 Apr 2012 15:55 WIB
Selasa, 31 Jan 2012 02:09 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris